JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tak hanya menyisakan persoalan titik api dan kepulan asap.
Paparan polusi udara akibat karhutla juga membawa risiko kesehatan yang dapat berlangsung lebih panjang, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.
Dari persoalan kesehatan, karhutla juga memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ke depan.
Dewan Pakar Perdokmil/Pertasindo Brigjen TNI (Purn) Alexander K Ginting mengatakan,