Jakarta, Beritasatu.com – Perdebatan mengenai keadilan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak berhenti pada pertanyaan siapa yang secara formal memungut dan menyetorkan pajak kepada negara.
Pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari justru sederhana: ketika PPN diterapkan, apakah konsumen akhirnya harus membayar lebih mahal?
Pertanyaan tersebut penting karena PPN merupakan pajak atas konsumsi. Ketika masyarakat membeli barang atau menggunakan jasa yang dikenakan PPN, pajak tersebut menjadi bagian dari transaksi yang pada akhirnya berkaitan dengan harga yang dibayar konsumen.
Namun, hubungan antara