REPUBLIKA.CO.ID, "Pasar finansial selalu melangkah lebih maju daripada kebijakan pemerintah." Kalimat legendaris dari maestro spekulan global, George Soros, saat meruntuhkan mata uang Asia Tenggara pada krisis moneter 1997 silam, tampaknya masih menjadi hantu yang nyata bagi perekonomian Indonesia hari ini.
Di tengah ambisi besar pemerintah menertibkan tata kelola devisa lewat kebijakan ekspor satu pintu PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), nilai tukar Rupiah justru terus menunjukkan pola "tangga turun"—melemah secara konsisten, tertahan sebentar, lalu jatuh ke level bawah baru di