ADA cara yang aneh dalam melestarikan tradisi: kita meminta produk tradisional tetap sama, sementara dunia di sekelilingnya terus berubah.
Kita ingin batik tetap batik, tenun tetap tenun, anyaman tetap anyaman, gerabah tetap gerabah. Kita menggelar festival, pameran, pelatihan, dan berbagai seremoni untuk menjaganya tetap hidup.
Namun, ada satu pertanyaan yang sering terlupakan: siapa yang akan membelinya ketika bentuknya tidak lagi sesuai dengan kebutuhan zaman?
Modernisasi Tradisi
Tradisi yang tidak lagi memiliki pasar pada akhirnya hanya memiliki dua pilihan: menjadi koleksi