KOMPAS.com - Perusahaan penyedia transportasi online Uber memangkas sekitar 3.300 karyawan, setara 10 persen dari total tenaga kerja globalnya.
Keputusan itu disampaikan lewat e-mail, CEO Uber, Dara Khosrowshahi, menulis e-mail itu untuk seluruh karyawan. E-mail tersebut kemudian diunggah di website newsroom Uber pada Rabu (2/9/2026).
Perusahaan ride-sharing asal Amerika Serikat itu menyebut perampingan ini bertujuan memangkas lapisan manajemen, sekaligus mengalihkan investasi ke bisnis transportasi, pengantaran, dan taksi otonom (robotaxi).
Karyawan yang posisinya terdampak disebut sudah diberi tahu Uber lebih dulu,