JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara serangan siber dilakukan. Salah satu yang paling terlihat adalah kemampuan penyerang untuk mempercepat pencarian target.
Menurut CTO Prosperita Group Yudhi Kukuh, sebelum AI digunakan secara luas, penyerang lebih banyak menggunakan cara manual lewat tenaga manusia untuk menjalankan serangan.
Namun dengan hadirnya AI, teknologi tersebut memungkinkan penyerang mencari target dengan lebih cepat. Serangan pun bisa diduplikasi dalam jumlah yang jauh lebih besar.
"Kalau manual, tanpa AI, untuk melakukan serangan dia butuh