Jakarta, Beritasatu.com - Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan ke Kuwait, sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan permusuhan dengan Iran tidak akan berlangsung terlalu lama.
Melansir CNBC, Kamis (3/9/2026), militer Kuwait mengatakan negaranya menghadapi serangan rudal dan pesawat tak berawak dari Iran. Pemerintah Kuwait mengimbau warganya mengikuti instruksi keamanan dan keselamatan.
Kuwait juga menyatakan ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah disebabkan oleh sistem pertahanan udara yang mencegat sasaran musuh. Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan