JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini perusahaan tidak hanya mengandalkan satu layanan untuk melindungi sistem dari ancaman siber. Antivirus, Endpoint Detection and Response (EDR), hingga berbagai solusi keamanan lain yang canggih dapat digunakan secara bersamaan.
Namun, banyaknya perangkat keamanan yang digunakan berarti semakin banyak juga data yang harus dibaca dan dianalisis perusahaan.
Menurut CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, tantangan yang dihadapi perusahaan kini bukan sekadar memiliki perangkat proteksi saja, tetapi juga memastikan data yang terkumpul valid dan bisa dijadikan acuan informasi.