WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Rincian baru mengenai perjanjian program nuklir sipil antara Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang didorong oleh Presiden AS Donald Trump memicu gelombang kritik.
Kesepakatan bersejarah tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menekan risiko proliferasi atau penyebaran senjata nuklir.
Teks kesepakatan beserta jajaran dokumen terkait telah dibagikan kepada para anggota dewan AS pada pekan lalu.
Dokumen tersebut merinci peta jalan pengayaan uranium di wilayah Arab Saudi yang dapat mencapai tingkat hampir 20 persen setelah melalui konsultasi