Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan 20 pabrik bioetanol baru di Indonesia pada tahun 2027. Hal itu menyusul adanya target implementasi campuran bioetanol 10% (E10) dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tahun depan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mendorong percepatan investasi pembangunan pabrik tersebut mulai sekarang. Ia menegaskan pihaknya tengah menjaring minat para investor untuk memastikan ekosistem bioetanol nasional dapat terbentuk sesuai jadwal.