REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS— Pada 19 Agustus lalu, serangan udara Israel mengubah landasan pacu Bandara Militer Abu al-Duhur di Idlib, Suriah, menjadi puing-puing. Serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Israel menyerang jauh ke dalam wilayah Suriah untuk mencegah upaya membangun militer modern di perbatasan utaranya, sekaligus menghalangi negara Suriah yang baru untuk mengembangkan kemampuan militernya dan membangun aliansi keamanan yang solid.
Hal ini mengundang pertanyaan: seperti apa sebenarnya karakter perang “preventif” Israel tersebut? Apakah pola ini baru dimulai di Suriah, atau memiliki