Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis energi parah yang mencakup kelangkaan bahan bakar, pemadaman listrik, hingga krisis air bersih telah melumpuhkan Libya selama lebih dari enam minggu. Rentetan krisis yang saling berkaitan ini tak hanya menghancurkan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga memicu gelombang demonstrasi yang berujung pada kekerasan di berbagai wilayah.
Mengutip Xinhua, Kamis (3/9/2026), antrean panjang kendaraan tampak mengular di luar stasiun pengisian bahan bakar di ibu kota Tripoli di tengah suhu panas yang mendekati 40 derajat Celcius. Ahmed Al-Sharif