Jakarta, CNBC Indonesia — Mata uang Garuda mengawali perdagangan terakhir pekan ini dengan penguatan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Jumat (4/9/2026), rupiah tercatata mengalami apresiasi hingga 0,23% ke posisi Rp17.610/US$.
Penguatan tersebut melanjutkan kinerja positif pada perdagangan Kamis (3/9/2026), ketika rupiah ditutup melesat 0,54% ke level Rp17.655/US$. Posisi itu menjadi penutupan terkuat rupiah sejak 21 Mei 2026 atau sekitar 15 pekan terakhir.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap