Kathamandu, Beritasatu.com – Banjir bandang yang dipicu runtuhnya gletser di wilayah perbatasan Himalaya antara Nepal dan Tibet, menurut penghitungan data terbaru menyebabkan lebih dari 1.270 orang tewas dan lebih dari 4.700 orang hilang. Sepekan berlalu, kini muncul pertanyaan mengenai efektivitas sistem pencegahan dan peringatan dini bencana di Nepal.
Para ahli menilai, salah satu persoalannya adalah karakteristik runtuhnya gletser yang berlangsung sangat cepat sehingga sulit diprediksi menggunakan sistem peringatan konvensional.
Laporan konsorsium ahli HiRISK, lembaga yang menyediakan data risiko untuk kawasan