Manila, Beritasatu.com – Pengadilan Filipina pada Jumat (4/9/2026) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte terkait dugaan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Juru bicara Departemen Kehakiman Filipina, Polo Martinez, membenarkan bahwa surat perintah penangkapan telah diterbitkan. Ia mengatakan pengadilan di Quezon City, Metro Manila, juga telah menolak permohonan untuk menunda penerbitan surat tersebut. Meski demikian, surat perintah itu belum tentu membuat Duterte langsung ditahan.
Mengutip laporan TRT World, Jumat (4/9/2026), kasus ini bermula dari pernyataan Duterte