Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) bakal membeli minyak goreng bekas atau jelantah dari masyarakat dengan harga sekitar Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per liter. Minyak jelantah ini nantinya diolah menjadi bahan bakar pesawat terbang atau bioavtur.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan bahwa minyak jelantah yang semula dianggap sebagai limbah kini memiliki nilai ekonomi. Pertamina akan membeli minyak jelantah tersebut sesuai dengan harga pasar yang berlaku melalui fasilitas pengumpulan khusus.
"Itu ada nilai ekonominya, jadi circular economy-nya berjalan