Iran menuding Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke sebuah pesta pernikahan hingga menyebabkan empat orang tewas. Iran bertekad membalas serangan tersebut.
"Darah murni para martir ini... tidak akan dibiarkan begitu saja dan pasti akan dibalas," kata Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Ahmad Vahidi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, dilansir Al Arabiya dan AFP, Jumat (4/9/2026).