Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyadari pentingnya menjaga ketahanan energi nasional secara serius. Upaya mengurangi ketergantungan impor berbarengan dengan percepatan transisi energi pun dijalankan secara simultan.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengungkapkan bahwa sebagian kebutuhan energi nasional masih harus dipasok dari impor, termasuk untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG).
"Sudah lama sekali, sejak 20 tahun lalu kita sudah impor. Artinya konsumsi kita lebih tinggi daripada produksi nasional. Di situlah kita perlu mendatangkan