Oleh: Achmad Tshofawie; Kordinator ECO-FITRAH, keluarga FKPPI, ICMI
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kata “oligarki” semakin sering terdengar di panggung dunia, dari Washington hingga Kiev, dari Moskow hingga Jakarta. Ia bukan sekadar istilah akademik, melainkan sebuah realitas getir yang menjelaskan mengapa demokrasi modern tampak hidup, tetapi rohnya kian lumpuh. Oligarki, dari bahasa Yunani oligos (sedikit) dan arkhein (memerintah), adalah kondisi ketika kekuasaan politik dan ekonomi terkonsentrasi di tangan segelintir elite.
Kini, istilah itu bukan hanya milik buku teks, tapi milik berita sehari-hari.