Liputan6.com, Kathmandu - Dua pekerja berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dari sebuah terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Nepal, sembilan hari setelah banjir bandang dahsyat menerjang wilayah tersebut dan menimbun sejumlah proyek dengan lumpur tebal.
Kedua pekerja itu dievakuasi dari terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A, salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir mematikan yang melanda Nepal pekan lalu.
Dikutip dari Anadolu, Sabtu (5/9/2026), Juru Bicara Angkatan Darat Nepal Brigadir Jenderal Raja Ram Basnet mengatakan,