Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi berulang sejak Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9) dini hari di kawasan Selat Sunda.
Peneliti senior dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Erma Yulihastin mengatakan semburan asap tebal membumbung tinggi dari Gunung Anak Krakatau diprediksi hingga belasan kilometer tersebut berpotensi mencapai ke berbagai negara tetangga.
Ia menilai, asap tebal tersebut bisa sampai ke negara-negara subtropis.
"Kalau sampai secoklat ini terpantau satelit padahal di atas lautan, berarti letusannya tebal