JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan bahwa 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah ditutup, sebagai bagian dari penataan dan perampingan perusahaan negara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, laporan tersebut diterima Prabowo saat bertemu Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani beserta jajaran di kediamannya Jumat (4/9/2026).
“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi