Sebagian dari kita mungkin beranggapan bahwa sastra dan politik adalah dua hal yang sulit dipahami sebagai sesuatu yang saling berhubungan. Akan tetapi, dalam sejarah Indonesia, keduanya justru senantiasa berada dalam tegangan yang sulit didamaikan. Bahkan, tegangan itu sudah tertanam sejak era kolonialisme Belanda.
Misalnya, novel yang berjudul Max Havelaar yang dikarang oleh Eduard Douwes Dekker. Buku tersebut menceritakan tentang penderitaan rakyat pribumi di Lebak, Banten. Isi yang ingin disampaikan Douwes Dekker adalah bagaimana keresahannya terhadap sistem tanam paksa (Cultuurstelsel), serta