SYDNEY, KOMPAS.com - Hasil investigasi atas insiden nyaris tabrakan dua pesawat Qantas di Bandara Sydney pada 27 Juli 2026 mengarahkan indikasi kuat pada faktor risiko kelelahan ekstrem yang dialami oleh para petugas pengontrol lalu lintas udara.
Berdasarkan dokumen internal dan rekaman percakapan yang dirilis Reuters, separuh dari 10 petugas yang berdinas saat peristiwa terjadi berada dalam kategori risiko kelelahan tingkat tinggi.
Peristiwa kritis ini menjadi pembuka dari rangkaian enam insiden keselamatan serupa di Bandara Sydney dalam kurun waktu satu bulan.