Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Jumat (4/9/2026) hingga hari ini, tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Masyarakat di pesisir Lampung dan Banten diimbau tetap tenang.
Kepala PVMBG Rita Susilawati mengatakan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi pada 22 Desember 2018 yang sempat memicu tsunami, masih relatif kecil.
"Ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami," kata Rita