New York (ANTARA) - Sekitar 50 anggota Staf Gabungan militer Amerika Serikat harus menjalani tes poligraf terkait kebocoran informasi, termasuk mengenai kekurangan amunisi, di tengah konflik melawan Iran.
Seperti dilaporkan The New York Times (NYT), Jumat (4/9), tes poligraf tersebut dilakukan pada Agustus lalu, di mana para perwira militer serta pegawai sipil di Departemen Pertahanan AS ditanyai apakah mereka membocorkan informasi mengenai amunisi kepada media.
Kepada media tersebut, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menolak berkomentar mengenai masalah internal kepegawaian maupun