Liputan6.com, Jakarta - Peta dunia menggambarkan ukuran negara berubah. Penggunaan peta baru dunia itu setelah Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui penggunaan peta dunia lebih akurat dalam menggambarkan ukuran Afrika.
Keputusan Majelis Umum PBB tersebut tertuang dalam resolusi 'Correct the Map' diputuskan Jumat (4/9/2026), sebagaimana dilansir dari thenationalnews pada Sabtu (5/9/2026).
Dalam keputusannya, Majelis Umum PBB mendukung resolusi menyerukan peralihan dari proyeksi Mercator yang selama ini digunakan untuk menggambarkan peta dunia. Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang menentang resolusi tersebut.