REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara menyusul perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan secara intensif karena kondisi sebaran abu vulkanik bersifat dinamis dan dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan, perkembangan kondisi ruang udara menjadi dasar dalam penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan. AirNav juga terus memperbarui informasi aeronautika sesuai kondisi di lapangan.
"Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan segera kami tindaklanjuti melalui pembaruan informasi aeronautika dan