Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih menjadi perhatian setelah kembali mengalami erupsi. Abu vulkanik dari aktivitas tersebut terpantau menyebar ke sejumlah wilayah.
Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Lantas, wilayah mana saja yang terdampak dan apa yang perlu dilakukan untuk melindungi diri?
Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, Minggu (6/9/2026), Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu