Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga Minggu pukul 07.00 WIB, tidak menunjukkan adanya anomali muka air laut.
"BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik. Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik pada rentang waktu 12 jam terakhir. Namun, intensitas gangguan tersebut tidak sebesar letusan awal," ujar Plh Deputi Bidang Geofisika