REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bayangkan seorang mahasiswa menyerahkan draft disertasi doktoral yang tebalnya hanya 17 halaman kepada dosen pembimbingnya. Kemungkinan besar ia akan langsung ditegur atau diminta merombak ulang pekerjaannya. Di banyak perguruan tinggi, proposal penelitian saja sering kali menuntut lembaran yang jauh lebih panjang.
Ada kebiasaan tak tertulis dalam tradisi akademik yang cenderung menyamakan ketebalan naskah dengan bobot intelektual. Skripsi seratus halaman dianggap lebih meyakinkan dari enam puluh halaman. Tesis dua ratus halaman dinilai lebih berbobot dari seratus dua puluh