Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9) dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami seperti yang terjadi pada 2018 lalu.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara kondisi fisik Gunung Anak Krakatau saat ini dengan morfologi bangunan gunung sebelum terjadinya tsunami 2018.
"Tidak setiap erupsi Gunung Anak Krakatau akan memicu tsunami. Tsunami Selat Sunda pada tanggal 22 Desember 2018 terutama berkaitan dengan keruntuhan sebagian tubuh gunung api ke laut dalam volume