Malang, Beritasatu.com - Suara burung menjadi alarm. Deru mesin menjadi harapan. Di tengah belantara hutan Kampung Tua Tambang Kalipasir, Nabire, Papua Tengah, Bagus Purwanto menghabiskan hari-harinya. Tak ada kasur empuk. Tak ada kamar dengan lampu terang. Apalagi bengkel lengkap dengan lantai beton dan peralatan yang tersusun rapi.
Yang ada hanya hamparan hutan, tenda, mi instan, kopi, serta sebuah ekskavator yang telah lama terdiam. Bagi sebagian orang, alat berat yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tak beroperasi mungkin sudah dianggap bangkai. Namun tidak