REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Notifikasi di layar telepon seluler saya beberapa waktu lalu membawa kabar yang menyenangkan. Apalagi ia datang dari Dr Fahmi Salim, seorang kawan sesama pengurus Majelis Ulama Indonesia.
Fahmi mengabarkan bahwa karya terbarunya mengenai haji baru saja terbit, seraya menanyakan kesediaan saya untuk menerima kiriman buku tersebut.
Tentu saja saya menyambut tawaran itu dengan tangan terbuka. Ada kegembiraan tersendiri setiap kali sebuah buku baru tiba di rumah. Bagi pengoleksi buku, kedatangan sebuah karya bukan sekadar urusan menambah buku