Jakarta (ANTARA) - Erupsi Anak Krakatau pada 5 September memperlihatkan bahwa dampak sebuah gunung api tidak berhenti di sekitar kawah.
Sehari setelah letusan, BMKG mendeteksi abu vulkanik hingga ketinggian 50.000 kaki atau sekitar 15 kilometer. Pada lapisan atmosfer yang lebih rendah, abu bergerak ke arah timur dan menjangkau Banten, DKI Jakarta, serta berbagai wilayah Jawa Barat.
Abu vulkanik Anak Krakatau bahkan terpantau hingga kawasan Bandung, sekitar 260 kilometer dari sumber erupsi. Jarak tersebut memperlihatkan kemampuan partikel vulkanik berukuran halus bergerak