Jakarta (ANTARA) - Ketika gunung api meletus, perhatian publik umumnya terfokus pada kolom erupsi, awan panas, radius bahaya, dan jalur evakuasi.
Padahal, ada ancaman lain yang turun nyaris tanpa bersuara: hujan abu yang menyelimuti atap rumah, jalanan, fasilitas umum, hingga sumber air. Warnanya kelabu dan sekilas tampak seperti debu biasa. Di situlah masalahnya, abu vulkanik bukan debu biasa.
Secara geologis, abu vulkanik terdiri dari fragmen batuan, mineral, dan kaca vulkanik berskala mikroskopis (diameter di bawah dua milimeter). Abu ini bukan