KABUT asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti langit Kalimantan.
Udara pekat penuh racun tidak hanya membatasi jarak pandang sekaligus melumpuhkan sendi-sendi kehidupan warga setempat, tapi juga merembet sampai ke negara tetangga, seperti Sarawak di Malaysia dan Metro Manila di Filipina.
Saban tahun, narasi resmi pemerintah bersama pemberitaan media massa mainstream terus mengulang nyanyian lama, yakni menuding faktor kemarau dan aktifitas perladangan berpindah oleh masyarakat adat sebagai biang kerok utama bencana ekologis ini.
Tudingan yang rutin diproduksi ulang