ERUPSI Gunung Anak Krakatau yang meningkat sejak 4 September 2026, kembali mengingatkan kita bahwa sistem transportasi Indonesia akan selalu beroperasi di atas ruang geografis yang memiliki tingkat risiko bencana sangat tinggi.
Persoalannya bukan semata-mata pada erupsinya. Yang lebih penting adalah bagaimana gangguan alam pada satu titik dapat dengan cepat menjalar menjadi gangguan transportasi pada wilayah yang jauh lebih luas.
Dampaknya kini terlihat jelas pada sektor penerbangan. Sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah bandar udara harus menghentikan atau menyesuaikan operasionalnya.
Bandara Soekarno-Hatta,