Jakarta, CNBC Indonesia- Volatilitas yang masih tinggi membuat pelaku pasar memproyeksi potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed masih cukup tinggi hingga mencapai 25-50 Bps hingga akhir tahun 2026.
Direktur Utama Recapital Asset Management, Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa memandang prospek kenaikan Fed Funds Rate (FFR) tidak lepas dari perkembangan data makro ekonomi AS, termasuk data non-farm payroll (NFP) yang merupakan indikator penting pasar tenaga kerja AS yang masih cukup kuat dengan tren inflasi yang masih tinggi mendukung proyeksi