Jakarta, Beritasatu.com – Media sosial (medsos) kerap menjadi ruang untuk berbagi gagasan. Namun, ucapan yang diunggah di media sosial terkadang justru memicu kemarahan publik.
Ketika blunder terjadi, reputasi yang dipertaruhkan bisa berupa reputasi merek maupun individu. Lantas, apa yang perlu dilakukan untuk membangun kembali reputasi?
Praktisi komunikasi Devie Rahmawati menekankan pentingnya kompetensi, konsistensi, dan kepercayaan dalam membangun reputasi. Ketiga unsur tersebut perlu menjadi dasar komunikasi, terutama bagi pemimpin dan praktisi hubungan masyarakat (humas) ketika menghadapi perbedaan pandangan maupun krisis.
Menurut