JAKARTA -- Asia Tenggara dinilai sebagai salah satu kawasan paling siap mengembangkan energi nuklir. Lonjakan kebutuhan listrik, ketergantungan pada bahan bakar impor, dan tekanan dekarbonisasi membuat nuklir dipandang sebagai bagian penting bauran energi kawasan ke depan.
Direktur Jenderal World Nuclear Association (WNA) Sama Bilbao y León mengatakan, kapasitas pembangkit nuklir yang direncanakan di Asia Tenggara hingga 2050 mencapai sekitar 37 gigawatt (GW). Angka itu kira-kira seperempat dari total ambisi kapasitas nuklir seluruh negara pendatang baru di dunia.
Ia optimistis akan