Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Strategi Presiden Prabowo Subianto merangkul organisasi keagamaan dinilai menjadi salah satu faktor yang turut menopang stabilitas politik selama 2 tahun pemerintahan Prabowo Subianto. Pendekatan tersebut disebut tidak hanya memperkuat hubungan pemerintah dengan kelompok sosial, tetapi juga memengaruhi dinamika kritik terhadap kekuasaan.
Guru besar bidang politik Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Direktur Poros Alternatif Khamami Zada menilai pemerintahan Prabowo cenderung mengakomodasi berbagai kekuatan politik dan sosial, termasuk kelompok keagamaan yang memiliki basis massa