Liputan6.com, Paris - Pemerintah Prancis menjanjikan reformasi pendidikan untuk meredakan gelombang demo besar-besaran yang berlangsung selama beberapa pekan. Namun, kelompok pelajar dan serikat guru menilai kebijakan tersebut belum cukup untuk menjawab tuntutan mereka dan berencana melanjutkan aksi protes.
Menurut laporan Reuters, Selasa (27/10/2026), Sekretaris Jenderal serikat guru SNES-FSU, Sophie Venetitay, menilai langkah pemerintah belum memadai untuk meredakan kemarahan pelajar. Ia mendesak pemerintah memperluas pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas dan menambah tenaga pengajar.
Venetitay menyebut kebijakan yang diumumkan pemerintah baru