JAKARTA— Di antara nikmat terbesar yang Allah SWT anugerahkan kepada kaum Quraisy adalah ketika Dia menghalau pasukan bergajah yang bertekad menghancurkan Ka'bah dan menghapuskan keberadaannya.
Allah membinasakan mereka, merendahkan kesombongan mereka, menggagalkan usaha mereka, dan menjadikan upaya mereka sia-sia. Mereka pun pulang dengan membawa kegagalan yang sehina-hinanya.
Pasukan tersebut berasal dari kaum Nasrani. Pada masa itu, agama mereka dalam beberapa hal masih lebih dekat kepada kebenaran dibandingkan dengan agama kaum Quraisy yang menyembah berhala.
Namun, peristiwa ini merupakan salah satu