Ada masa ketika seseorang lebih sering mengingat kesalahan masa lalunya daripada mensyukuri kesempatan yang masih dimilikinya hari ini.
Ia teringat salat yang pernah ditinggalkan. Amanah yang dikhianati. Lisan yang melukai hati orang lain. Hak orang lain yang belum ditunaikan. Juga kesempatan berbuat baik yang berkali-kali datang, tetapi selalu ditunda dengan alasan masih ada hari esok.
Waktu terus berjalan. Usia bertambah. Sementara dosa dan kesalahan seolah menjadi bayang-bayang yang mengikuti ke mana pun ia melangkah.
Pada malam-malam tertentu, ketika rumah mulai