Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) selama satu dekade terakhir menunjukkan penghormatan terhadap jerih payah pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa. Namun, penghormatan terhadap masa lalu perlu disertai kemampuan menerjemahkan nilai-nilai perjuangan ke dalam konteks kehidupan masa kini.
Jika dahulu Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari menggerakkan pesantren dan masyarakat untuk melawan penjajahan melalui Resolusi Jihad, kini semangat perjuangan itu perlu diejawantahkan dalam bentuk baru melalui pemaknaan jihad yang relevan dengan tantangan zaman. Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk