Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) tidak hanya menyisakan kabut asap, tetapi juga mengganggu ketersediaan air bersih masyarakat. Meski hujan mulai turun, air yang ditampung warga masih berwarna kehitaman dan berbau asap sehingga tidak layak dikonsumsi.
Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Kalbar Muhammad Hasin mengatakan, Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan cukup parah.
“Yang terdampak kekeringan itu, daerah Kubu Raya itu sangat terdampak. Kemarin itu sempat minim air bersih, apalagi untuk minum.