Liputan6.com, Jakarta - Fenomena jeratan pinjaman online (pinjol) kian ramai dan telah menjadi persoalan pelik di berbagai lingkungan kerja, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), korporasi multinasional, swasta, hingga kementerian.
Lead Financial Trainer sekaligus Founder QM Financial, Ligwina Hananto, menyebut hampir semua perusahaan yang didatanginya untuk kelas literasi keuangan mengeluhkan masalah yang sama, karyawan yang terjerat utang pinjol.
Menurut Ligwina, orang-orang yang terjebak dalam pusaran utang digital ini pada dasarnya terbagi ke dalam dua kelompok besar.
"Korban yang pertama