JAKARTA, KOMPAS.com – Panci yang digunakan untuk memasak, sendok dan garpu di meja makan, hingga bagian dari kendaraan dan perangkat elektronik. Tanpa disadari, sejumlah benda yang akrab dalam kehidupan sehari-hari tersebut memiliki satu unsur yang sama, yakni nikel.
Nama “nikel” berasal dari bahasa Saxony, Jerman, yaitu “kupfernickel”, yang berarti “tembaga setan” dalam bahasa Indonesia.
Logam itu adalah salah satu bahan penting dalam pembuatan baja tahan karat atau stainless steel. Sebelum menjadi bagian dari benda-benda tersebut, nikel harus melewati perjalanan panjang.