Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pada Kamis pekan ini untuk mengurangi subsidi bensin dan bahan bakar lainnya secara bertahap mulai Desember 2026. Langkah ini diambil Jepang di tengah meningkatnya kekhawatiran keuangan terkait kebijakan yang memakan biaya besar itu, yang sebelumnya dirancang untuk meredam lonjakan harga.
Mengutip Mainichi, Sabtu (31/10/2026), Takaichi juga menyampaikan kepada wartawan di Tokyo kalau pemerintah akan memberikan subsidi untuk tagihan listrik dan gas pada musim dingin ini, seperti yang dilakukan tahun lalu. Hal